Teknologi Bijak: Solusi dalam Keterbatasan

Indonesia boleh saja berbangga ketika akhir-akhir ini diberitakan telah masuk dalam daftar salah satu negara dengan perkembangan ekonomi terbesar di dunia. Negara dengan ratusan juta penduduk ini diprediksi dalam jangka panjang akan mampu membangun sebuah kekuatan baru di Asia bahkan di dunia.

Kemajuan ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat yang damai dalam ragam Nusantara didukung dengan kekayaan budaya yang tak terhitung jumlahnya menjadikan negara khatulistiwa mulai diperhitungkan dunia. Negara ini sungguh memiliki berbagai warna dalam semangat persatuan yang selalu dicita-citakan.

Namun, tidak semua yang terlihat indah dari luar mencerminkan perkembangan dan kemajuan yang sebenarnya. Masih banyak anak bangsa yang tidak bisa membaca disaat yang lain telah berlomba untuk menjadi yang terbaik dengan cara yang tidak benar. Masih banyak anak bangsa yang tinggal di tempat yang sulit dijangkau sehingga kehidupannya juga otomatis tertinggal oleh yang lain. Disaat masih banyak permasalahan yang ada pada generasi penerus kemerdekaan, putra-putri negeri harus selalu hadir dengan solusi.

Keterbatasan yang ada tidak boleh membuat inovasi dan gagasan yang muncul menjadi terbatas pula. Solusi tersebut dibuat tidak hanya untuk menyelesaikan satu masalah, tetapi dapat mengajak seluruh masyarakat bergerak dan sadar akan arti penting sebuah pemberdayaan.

Pemberdayaan yang dilakukan tidak akan pernah jauh dari perkembangan dan kemajuan yang terjadi di lingkungan masyarakat. Kemajuan peradaban masyarakat sendiri merupakan salah satu outcome dari suksesnya pendidikan yang ada pada suatu negara. Maka dari itu, pendidikan merupakan dasar terwujudnya kemanusiaan yang jauh dari ketertinggalan dan ketidaktahuan akan informasi.

Informasi yang selalu berubah adalah bagian dari teknologi dan sistem komunikasi yang dibangun. Hal ini menunjukkan hubungan antara pendidikan dan sistem komunikasi serta teknologi tidak hanya complementary, tetapi sangat mendasar dan tidak terpisahkan. Saat ini sistem komunikasi dan penyampaian informasi di Indonesia khususnya di daerah tertinggal sangat jauh dari yang diharapkan. Logikanya, sebuah sistem tidak akan berjalan optimal ketika infrastruktur tidak tersedia ataupun tidak berfungsi dengan baik. Koneksi yang terjalin antar puluhan daerah dan  puluhan ribu pulau di Indonesia tidak berdasar pada pemanfaatan teknologi yang seharusnya dapat mengurangi biaya, mempersingkat waktu, dan menghubungkan tempat yang jauh serta sulit dijangkau.

Pemahaman masyarakat akan pemanfaatan teknologi pada umumnya belum sejalan dengan tujuan peningkatan kualitas pendidikan. Menurut Rosenberg dalam Sudibyo L. (2011),  pergeseran sistem pembelajaran sudah terjadi ketika teknologi mulai berkembang dan memberikan pengaruh terhadap pendidikan suatu negara. Perkembangan teknologi yang diikuti dengan semakin terbukanya akses terhadap informasi seharusnya juga dapat membuat komunikasi yang terjalin antara pelaku-pelaku pendidikan menjadi lebih fleksibel.

Layanan yang didominasi oleh perangkat cyber space dapat dioptimalkan oleh guru ketika memberikan pembelajaran kepada siswa baik di dalam kelas maupun diluar agenda pendidikan yang sudah diatur oleh Kementerian terkait. Teknologi dan sistem informasi pada dasarnya diciptakan dengan penuh fleksibilitas sehingga penggunaannya pun harus dapat mengurangi kesan ‘kaku’ dalam setiap proses khususnya di dunia pendidikan.

Pembelajaran yang terbatas pada beberapa pandangan dan cakupan informasi merupakan salah satu kekurangan metode pendidikan di Indonesia saat ini. Hal ini membuat beberapa pihak memandang bahwa peran teknologi sangat besar dalam membangun sistem yang menyesuaikan perkembangan yang ada.

Kecanggihan teknologi yang terkadang dapat mengalahkan logika manusia telah menciptakan berbagai model pembelajaran berbasis jaringan internet. Distance Learning, Distance Education, CLE (Cybernetic Learning Environment), Desktop Videoconferencing, ILS (Integrated Learning Syatem) adalah beberapa program yang dirancang untuk menjawab semua kekurangan yang ada pada sebuah sistem pendidikan. Hal yang menarik untuk dicermati adalah kemampuan daerah-daerah pusat kota dan pusat pendidikan dalam waktu yang tidak singkat menerapkan semua program yang berlandaskan jaringan teknologi dan informasi tersebut. Konsistensi dalam penyesuaian ini sangat diperlukan tidak hanya pada daerah-daerah yang sudah mandiri, tetapi pada semua daerah termasuk daerah terpencil dan daerah yang tertingal dalam proses pembangunan.

Perhatian berbagai pihak dalam penerapan dan pemanfaatan teknologi secara teratur di semua daerah akan menciptakan revolusi dalam dunia pendidikan sehingga guru-guru dan siswa dapat menghadapi tantangan-tantangan global dengan persiapan yang matang.

Perilaku dunia global tidak memperhatikan kesiapan masing-masing pelakunya. Sekumpulan pemikiran dan tindakan dari komunitas dan populasi masyarakat dunia membentuk perubahan zaman. Perubahan-perubahan yang terjadi ini tidak meninggalkan nilai-nilai masyarakat lama khususnya pada proses pendidikan. Perubahan tersebut terjadi karena terjadi penyesuian secara menyeluruh dan membentuk sebuah pola baru dalam perkembangan ilmu pengetahuan.

Inovasi teknologi dan akses informasi pada dasarnya tidak pernah meninggalkan nilai semangat persatuan, kerja keras, saling menghargai, dan penghormatan kepada lingkungan. Kecenderungan kesalahan pemanfaatan hanya terletak pada manusia yang menggunakan teknologi tersebut sehingga terkadang dapat merusak bahkan menghancurkan sistem yang sudah terbentuk dengan sempurna.

Lingkungan pendidikan merupakan salah satu institusi sosial yang telah lama memiliki berbagai jenis sistem dalam melaksanakan proses pembelajaran. Maka dari itu, peran teknologi dan kemajuan akses informasi seharusnya mendukung pengembangan dasar-dasar pengelolaan pendidikan seperti manajemen operasional pendidikan dan pemberdayaan sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya. Hal ini sangatlah penting ketika peran sumber daya manusia sebagai pengguna teknologi dan sistem informasi  tidak disertai dengan mental positif untuk selalu berkembang, maka peran sistem yang modern tersebut akan berubah menjadi ancaman bagi pihak lain dan lingkungan di sekitarnya.

Permasalahan pendidikan di Indonesia bukan tanpa solusi dan pemecahan masalah termasuk peran teknologi di dalamnya. Permasalahan yang terjadi terkadang timbul bersamaan dengan perkembangan dan inovasi komponen-komponen teknologi sehingga masyarakat dan stakeholders cenderung bingung dalam memisahkan anatara peran positif dan ancaman destruktif. Maka dari itu, peran teknologi dan sistem informasi sering dikaitkan dengan prinsip dasar dalam penggunaan teknologi dalam lingkungan pendidikan.

Perancangan pembelajaran yang sistematis, berorientasi pada siswa, serta optimalisasi sumber belajar merupakan prinsip-prinsip terletak pada peran teknologi pendidikan. Prinsip dan dasar tersebut harus disertai dengan perkembangan dan modernisasi pendidikan yang terdiri dari bagaimana seseorang belajar, apa yang dipelajari, dan dimana serta kapan seseorang tersebut belajar (Resnick, 2002).

Proses modernisasi pendidikan secara perlahan akan mengubah paradigma pendidikan secara umum. Pandangan bahwa guru adalah seseorang yang menjadi sumber utama dan satu-saunya bagi siswa dalam mengali sumber informasi dan ilmu pengetahuan bertransformasi dalam peran siswa sebagai pusat pembelajaran dan guru sebagai fasilitator (student centered learning). Peran yang sudah terdistribusi dengan baik nantinya akan membuat pemanfaatan teknologi dan sistem informasi menjadi lebih bijak dan menjadi media pembelajaran menarik tanpa mengurangi nilai-nilai dasar yang ada.

Teknologi dan sistem informasi yang juga membentuk komunikasi dalam pembelajaran jika dioptimalkan dengan bijaksana akan menyeimbangkan masing-masing individu dalam berkarya bagi diri sendiri dan harkat martabat bangsa. Indonesia sebagai negara dengan kekuatan besar di dunia bukan hanya wacana, tetapi realita yang penuh dengan masyarakatnya yang berdaya dan unggul sepanjang masa.

Penulis : Putu Yunartha 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *